SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG •    MARI KITA SUKSESKAN BERSAMA PEMILIHAN UMUM SERENTAK 17 APRIL 2019, DEMI BANGKA BELITUNG YANG LEBIH MAJU. •    MARI KITA CIPTAKAN PEMILU DAMAI DAN BERINTEGRITAS •   

Doakan Petugas KPPS yang Meninggal, Mahasiswa Salat Gaib di Depan Kantor KPU Babel

Selasa, 21 Mei 2019

Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi mengadakan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (21/5).

Dalam kesempatan itu,  para mahasiswa sempat melaksanakan salat gaib bersama untuk para petugas KPPS dan aparat kepolisian yang meninggal dunia dan Ketua KPU Babel, Davitri bertindak sebagai imam dalam salat gaib tersebut.

Dalam aksi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat keamanan ini, para mahasiswa menuntut keterangan dari KPU Babel terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia selama proses rekapitulasi penghitungan suara pemilu beberapa waktu lalu.

"Tujuan kami kesini untuk meminta keterangan kepada KPU terkait banyaknya korban KPPS yang meninggal dunia," kata Koordinator lapangan (Koorlap) Aliansi Mahasiswa, Riadi Pratama di hadapan ketua dan  komisioner KPU Babel.

Dia menegaskan, pihaknya tidak bisa menerima alasan jika banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dan jatuh sakit tersebut akibat kelelahan dalam menjalankan tugas.

"Secara medis itu tidak masuk akal, mereka baru bekerja dua hari, seharusnya para saksi peserta pemilu yang telah bekerja selama delapan bulan, mereka lah yang lebih berhak mati," tegasnya.

Selain itu, dia membacakan beberapa poin pernyataan sikap mereka untuk disikapi oleh KPU Babel, yakni diantaranya, duka mendalam atas hampir 600 petugas pemilu dan kepolisian yang meninggal dunia saat proses Pemilu 2019.

Kemudian, menuntut DPR dan pemerintah untuk segera mengungkap penyebab dari kematian ratusan petugas KPPS, pengawas pemilu, pihak keamanan dari kepolisian dengan melibatkan para ahli medis maupun elemen masyarakat luas agar kasus ini terungkap dengan jelas dan tuntas

Selanjutnya, menuntut KPU untuk mengevaluasi dengan komprehensif terkait adanya ketidakterbukaan Sistem Penghitungan Surat Suara (Situng) Pemilu 2019.

Setelah membacakan dan menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Ketua KPU Babel, para mahasiswa tersebut akhirnya membubarkan diri dengan damai dan tertib, sekira pukul 14.45 WIB. 

BERITA LAIN

Indeks Berita -
TOP